Harga Hair Dryer

Harga Hair DryerHarga Hair Dryer – bagi wanita rambut merupak sebuah mahkota yang tidak ternilai harganya, nah tidak heran kalau segala cara dilakukan untuk membuat rambut menjadi bagus sehat dan tampil beda dan keren ūüėÄ , ngomong soal rambut tidak akan ketinggalan pula yang namanya alat untuk menata rambut yaitu hair dryer, banyak sekali macam-macam hair dryer mulai dari merek biasa sampai merek yang terkenal, begitu pula dengan harganya, mulai dari Harga Hair Dryer murah hinggal Harga Hair Dryer paling mahal semua tergantung kebutuhan dan keadaan keuangan kita pula.

Baiklah beriut ini ada beberapa daftar harga hair dryer yang mungkin cocok dengan yang anda inginkan:

Type Price (IDR)
Panasonic Hair Curling Iron EH-1771
410.000
Panasonic Hair Dryer – ND-11
105.000
Panasonic Hair Dryer – ND-12
135.000
Panasonic Hair Dryer – ND-13
160.000
Panasonic Hair Styler EH-1575
465.000
Panasonic Hair Styler EH-8467
265.000
Panasonic Hair Styler EH-8468
270.000
Panasonic Hair Styler EH-8469
310.000
Philips Hair Air Stylist Ion – HP-4674
435.000
Philips Hair Dryer – HP-4940/30
180.000
Philips Hair Dryer – HP-4997
600.000
Philips Hair Dryer 400 Watt – HP-8100/02
110.000
Philips Hair Straightener – HP-4686
360.000
Philips Hair Straightener 38W – HP-8310
245.000
Philips Hair Styler – HP-4698
455.000
Rowenta Hair Dryer Lissima – CV-9020
645.000
Rowenta Hair Styler – CF-2012
255.000
Rowenta Hair Styler – CF-7112
535.000
Rowenta Hair Styler 8 Set – CF-4012
685.000
VS Sassoon Compact Hot Roller – VS-HS10H
320.000
VS Sassoon Curling Iron – VS-2299H
490.000
VS Sassoon Curling Iron – VS-CD82CH
315.000
VS Sassoon Curling Jumbo Iron – VS-CD87CH
310.000
VS Sassoon Curling Mini Pink – VS-CD63PH
240.000
VS Sassoon Hair Dryer – VS-2538H
360.000
VS Sassoon Hair Dryer – VS-9138H
340.000
VS Sassoon Hair Dryer Pink – VS-907PH
180.000
VS Sassoon Straightener Ceramic – VS-9920H
375.000
VS Sassoon Straightener Ceramic Cordless – VS-2099H
490.000
VS Sassoon Straightener Mini Pink – VS-2856H
240.000
VS Sassoon Straightener Steam – VS-2034H
810.000

Harga Hair Dryer diatas sewaktu-waktu bisa saja berubah jadi jadikan ini patokan saja, disini kami tidak menjual alat hair dyer, disini kami hanya memberikan informasi untuk anda yang mungkin akan memilih-milih hair dryer untuk dibeli supaya nanti saat membeli tidak salah pilih dengan kualitas dan harganya.

Sindrom Nefrotik

BATASAN

Sindrom nefrotik, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai pada anak, merupakan suatu kumpulan gejala-gejala klinis yang terdiri dari proteinuria masif, hipoalbuminemia, hiperkholesterolemia serta sembab. Yang dimaksud proteinuria masif adalah apabila didapatkan proteinuria sebesar 50-100 mg/kg berat badan/hari atau lebih. Albumin dalam darah biasanya menurun hingga kurang dari 2,5 gram/dl. Selain gejala-gejala klinis di atas, kadang-kadang dijumpai pula hipertensi, hematuri, bahkan kadang-kadang azotemia.1

ETIOLOGI

Secara klinis sindrom nefrotik dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :

1. Sindrom nefrotik primer, faktor etiologinya tidak diketahui. Dikatakan sindrom nefrotik primer oleh karena sindrom nefrotik ini secara primer terjadi akibat kelainan pada glomerulus itu sendiri tanpa ada penyebab lain. Golongan ini paling sering dijumpai pada anak. Termasuk dalam sindrom nefrotik primer adalah sindrom nefrotik kongenital, yaitu salah satu jenis sindrom nefrotik yang ditemukan sejak anak itu lahir atau usia di bawah 1 tahun.

Kelainan histopatologik glomerulus pada sindrom nefrotik primer dikelompokkan menurut rekomendasi dari ISKDC (International Study of Kidney Disease in Children). Kelainan glomerulus ini sebagian besar ditegakkan melalui pemeriksaan mikroskop cahaya, dan apabila diperlukan, disempurnakan dengan pemeriksaan mikroskop elektron dan imunofluoresensi. Tabel di bawah ini menggambarkan klasifikasi histopatologik sindrom nefrotik pada anak berdasarkan istilah dan terminologi menurut rekomendasi ISKDC (International Study of Kidney Diseases in Children, 1970) serta Habib dan Kleinknecht (1971).2

 





Tabel  1.  Klasifikasi kelainan glomerulus pada sindrom nefrotik primer3
            Kelainan minimal (KM)

Glomerulosklerosis (GS)

Glomerulosklerosis fokal segmental (GSFS)

Glomerulosklerosis fokal global (GSFG)

Glomerulonefritis proliferatif mesangial difus (GNPMD)

Glomerulonefritis proliferatif mesangial difus eksudatif

Glomerulonefritis kresentik (GNK)

Glomerulonefritis membrano-proliferatif (GNMP)

GNMP tipe I dengan deposit subendotelial

GNMP tipe II dengan deposit intramembran

GNMP tipe III dengan deposit transmembran/subepitelial

Glomerulopati membranosa (GM)

Glomerulonefritis kronik lanjut (GNKL)

Sumber : Wila Wirya IG, 2002. Sindrom nefrotik. In: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, editors. Buku Ajar Nefrologi Anak. Edisi 2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI pp. 381-426.

 

Sindrom nefrotik primer yang banyak menyerang anak biasanya berupa sindrom nefrotik tipe kelainan minimal. Pada dewasa prevalensi sindrom nefrotik tipe kelainan minimal jauh lebih sedikit dibandingkan pada anak-anak.4

Di Indonesia gambaran histopatologik sindrom nefrotik primer agak berbeda dengan data-data di luar negeri. Wila Wirya 5 menemukan hanya 44.2% tipe kelainan minimal dari 364 anak dengan sindrom nefrotik primer yang dibiopsi, sedangkan Noer 6 di Surabaya mendapatkan 39.7% tipe kelainan minimal dari 401 anak dengan sindrom nefrotik primer yang dibiopsi.

2. Sindrom nefrotik sekunder, timbul sebagai akibat dari suatu penyakit sistemik atau sebagai akibat dari berbagai sebab yang nyata seperti misalnya efek samping obat. Penyebab yang sering dijumpai adalah :

a.   Penyakit metabolik atau kongenital: diabetes mellitus, amiloidosis, sindrom Alport, miksedema.

b.   Infeksi : hepatitis B, malaria, schistosomiasis, lepra, sifilis, streptokokus, AIDS.

c.   Toksin dan alergen: logam berat (Hg), penisillamin, probenesid, racun serangga, bisa ular.

d.   Penyakit sistemik bermediasi imunologik: lupus eritematosus sistemik, purpura Henoch-Schönlein, sarkoidosis.

e.   Neoplasma : tumor paru, penyakit Hodgkin, tumor gastrointestinal.

PATOFISIOLOGI

Proteinuria (albuminuria) masif merupakan penyebab utama terjadinya sindrom nefrotik, namun penyebab terjadinya proteinuria belum diketahui benar. Salah satu teori yang dapat menjelaskan adalah hilangnya muatan negatif yang biasanya terdapat di sepanjang endotel kapiler glomerulus dan membran basal. Hilangnya muatan negatif tersebut menyebabkan albumin yang bermuatan negatif tertarik keluar menembus sawar kapiler glomerulus. Hipoalbuminemia merupakan akibat utama dari  proteinuria yang hebat. Sembab muncul akibat rendahnya kadar albumin serum yang menyebabkan turunnya tekanan onkotik plasma dengan konsekuensi terjadi ekstravasasi cairan plasma ke ruang interstitial.7

Hiperlipidemia muncul akibat penurunan tekanan onkotik, disertai pula oleh penurunan aktivitas degradasi lemak  karena hilangnya a-glikoprotein sebagai perangsang lipase. Apabila kadar albumin serum kembali normal, baik secara spontan ataupun dengan pemberian infus albumin, maka umumnya kadar lipid kembali normal.8

Hipoalbuminemia menyebabkan penurunan tekanan onkotik koloid plasma intravaskuler. Keadaan ini menyebabkan terjadi ekstravasasi cairan menembus dinding kapiler dari ruang intravaskuler ke ruang interstitial yang menyebabkan edema. Penurunan volume plasma atau volume sirkulasi efektif merupakan stimulasi timbulnya retensi air dan natrium renal. Retensi natrium dan air ini timbul sebagai usaha kompensasi tubuh untuk menjaga agar volume dan tekanan intravaskuler tetap normal. Retensi cairan selanjutnya mengakibatkan pengenceran plasma dan dengan demikian menurunkan tekanan onkotik plasma yang pada akhirnya  mempercepat ekstravasasi cairan ke ruang interstitial.

Berkurangnya volume intravaskuler merangsang sekresi renin yang  memicu rentetan aktivitas aksis renin-angiotensin-aldosteron dengan akibat retensi natrium dan air, sehingga produksi urine menjadi berkurang, pekat dan kadar natrium rendah. Hipotesis ini dikenal dengan teori underfill.3 Dalam teori ini dijelaskan bahwa peningkatan kadar renin plasma dan aldosteron adalah sekunder karena hipovolemia. Tetapi ternyata tidak semua penderita sindrom nefrotik menunjukkan fenomena tersebut. Beberapa penderita sindrom nefrotik justru memperlihatkan peningkatan volume plasma dan penurunan aktivitas renin plasma dan kadar aldosteron, sehingga timbullah konsep baru yang disebut teori overfill. Menurut teori ini retensi renal natrium dan air terjadi karena mekanisme intrarenal primer dan tidak tergantung pada stimulasi sistemik perifer. Retensi natrium renal primer mengakibatkan ekspansi volume plasma dan cairan ekstraseluler. Pembentukan edema terjadi sebagai akibat overfilling cairan ke dalam kompartemen interstitial. Teori overfill ini dapat menerangkan  volume plasma yang meningkat dengan kadar renin plasma dan aldosteron  rendah sebagai akibat hipervolemia.

Pembentukan sembab pada sindrom nefrotik merupakan suatu proses yang dinamik dan mungkin saja kedua proses underfill dan overfill  berlangsung bersamaan atau pada waktu berlainan pada individu yang sama, karena patogenesis penyakit glomerulus mungkin merupakan suatu kombinasi rangsangan yang lebih dari satu.3

 

GEJALA KLINIS

Apapun tipe sindrom nefrotik, manifestasi klinik utama adalah sembab, yang tampak pada sekitar 95% anak dengan sindrom nefrotik. Seringkali sembab timbul secara lambat sehingga keluarga mengira sang anak bertambah gemuk. Pada fase awal sembab sering bersifat intermiten;  biasanya awalnya tampak pada daerah-daerah yang mempunyai resistensi jaringan yang rendah (misal, daerah periorbita, skrotum atau labia). Akhirnya sembab menjadi menyeluruh dan masif (anasarka).9

Sembab berpindah dengan perubahan posisi, sering tampak sebagai sembab muka pada pagi hari waktu bangun tidur, dan kemudian menjadi bengkak pada ekstremitas bawah pada siang harinya. Bengkak bersifat lunak, meninggalkan bekas bila ditekan (pitting edema). Pada penderita dengan sembab hebat, kulit menjadi lebih tipis dan mengalami oozing. Sembab biasanya tampak lebih hebat pada pasien SNKM dibandingkan pasien-pasien GSFS atau GNMP. Hal tersebut disebabkan karena proteinuria dan hipoproteinemia lebih hebat pada pasien SNKM.9

Gangguan gastrointestinal sering timbul dalam perjalanan penyakit sindrom nefrotik. Diare sering dialami pasien dengan sembab masif yang disebabkan sembab mukosa usus. Hepatomegali disebabkan sintesis albumin yang meningkat, atau edema atau keduanya. Pada beberapa pasien, nyeri perut yang kadang-kadang berat, dapat terjadi pada sindrom nefrotik yang sedang kambuh karena sembab dinding perut atau pembengkakan hati. Nafsu makan menurun karena edema. Anoreksia dan terbuangnya protein mengakibatkan malnutrisi berat terutama pada pasien sindrom nefrotik resisten-steroid. Asites berat dapat menimbulkan hernia umbilikalis dan prolaps ani.9

Oleh karena adanya distensi abdomen baik disertai efusi pleura atau tidak, maka pernapasan sering terganggu, bahkan kadang-kadang menjadi gawat. Keadaan ini dapat diatasi dengan pemberian infus albumin dan diuretik.9

Anak sering mengalami gangguan psikososial, seperti halnya pada penyakit berat dan kronik umumnya yang merupakan stres nonspesifik terhadap anak yang sedang berkembang dan keluarganya. Kecemasan dan merasa bersalah merupakan respons emosional, tidak saja pada orang tua pasien, namun juga dialami oleh anak sendiri. Kecemasan orang tua serta perawatan yang terlalu sering dan lama menyebabkan perkembangan dunia sosial anak menjadi terganggu.9 Manifestasi klinik yang paling sering dijumpai adalah sembab, didapatkan pada 95% penderita. Sembab paling parah biasanya dijumpai pada sindrom nefrotik tipe kelainan minimal (SNKM). Bila ringan, sembab biasanya terbatas pada daerah yang mempunyai resistensi jaringan yang rendah, misal daerah periorbita, skrotum, labia. Sembab bersifat menyeluruh, dependen dan pitting.  Asites umum dijumpai, dan sering menjadi anasarka. Anak-anak dengan asites akan mengalami restriksi pernafasan, dengan kompensasi berupa tachypnea. Akibat sembab kulit, anak tampak lebih pucat.

Hipertensi dapat dijumpai pada semua tipe sindrom nefrotik. Penelitian International Study of Kidney Disease in Children (SKDC) menunjukkan 30% pasien SNKM mempunyai tekanan sistolik dan diastolik lebih dari 90th persentil umur.2

Tanda utama sindrom nefrotik adalah proteinuria yang masif yaitu > 40 mg/m2/jam atau > 50 mg/kg/24 jam; biasanya berkisar antara 1-10 gram per hari. Pasien SNKM biasanya mengeluarkan protein yang lebih besar dari pasien-pasien dengan tipe yang lain.9

Hipoalbuminemia merupakan tanda utama kedua. Kadar albumin serum < 2.5 g/dL. Hiperlipidemia merupakan gejala umum pada sindrom nefrotik, dan umumnya, berkorelasi terbalik dengan kadar albumin serum. Kadar kolesterol LDL dan VLDL meningkat, sedangkan kadar kolesterol HDL menurun. Kadar lipid tetap tinggi sampai 1-3 bulan setelah remisi sempurna dari proteinuria.

Hematuria mikroskopik kadang-kadang terlihat pada sindrom nefrotik, namun tidak dapat dijadikan petanda untuk membedakan berbagai tipe sindrom nefrotik.1,5

Fungsi ginjal tetap normal pada sebagian besar pasien pada saat awal penyakit. Penurunan fungsi ginjal yang tercermin dari peningkatan kreatinin serum biasanya terjadi pada sindrom nefrotik dari tipe histologik yang bukan SNKM.

Tidak perlu dilakukan pencitraan secara rutin pada pasien sindrom nefrotik. Pada pemeriksaan foto toraks, tidak jarang ditemukan adanya efusi pleura dan hal tersebut berkorelasi secara langsung dengan derajat sembab dan secara tidak langsung dengan kadar albumin serum. Sering pula terlihat gambaran asites. USG ginjal sering terlihat normal meskipun kadang-kadang dijumpai pembesaran ringan dari kedua ginjal dengan ekogenisitas yang normal.

CARA PEMERIKSAAN

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

I.  Anamnesis

Keluhan yang sering ditemukan adalah bengkak di ke dua kelopak mata,  perut, tungkai, atau seluruh tubuh dan dapat disertai jumlah urin yang berkurang. Keluhan lain juga dapat ditemukan seperti urin berwarna kemerahan.

 

II.  Pemeriksaan fisis

Pada pemeriksaan fisik sindrom nefrotik dapat ditemukan edema di kedua kelopak mata, tungkai, atau adanya asites dan edema skrotum/labia. Kadang-kadang  ditemukan hipertensi.

III. Pemeriksaan penunjang

Pada urinalisis ditemukan proteinuria masif (3+ sampai 4+), dapat disertai hematuria. Pada pemeriksaan darah didapatkan hipoalbuminemia (< 2,5 g/dl), hiperkolesterolemia, dan laju endap darah yang meningkat, rasio albumin/globulin terbalik. Kadar ureum dan kreatinin umumnya  normal kecuali ada penurunan fungsi ginjal.

 

DIAGNOSIS BANDING

1.      Sembab non-renal : gagal jantung kongestif, gangguan nutrisi, edema hepatal, edema Quincke.

2.      Glomerulonefritis akut

3.      Lupus sistemik eritematosus.

Penyulit

1.      Shock akibat sepsis, emboli atau hipovolemia

2.      Thrombosis akibat hiperkoagulabilitas

3.      Infeksi

4.      Hambatan pertumbuhan

5.      Gagal ginjal akut atau kronik

6.      Efek samping steroid, misalnya sindrom Cushing, hipertensi, osteoporosis, gangguan emosi dan perilaku.

PENATALAKSANAAN

Bila diagnosis sindrom nefrotik telah ditegakkan, sebaiknya janganlah tergesa-gesa memulai terapi kortikosteroid, karena remisi spontan dapat terjadi pada 5-10% kasus. Steroid dimulai apabila gejala menetap atau memburuk dalam waktu 10-14 hari.

 

Untuk menggambarkan respons terapi terhadap steroid pada anak dengan sindrom nefrotik digunakan istilah-istilah seperti tercantum pada tabel 2 berikut :

Tabel 2.  Istilah yang menggambarkan respons terapi steroid pada anak dengan sindrom nefrotik
 

Remisi

 

Kambuh

 

Kambuh tidak sering

 

Kambuh sering

 

Responsif-steroid

Dependen-steroid

 

Resisten-steroid

 

Responder lambat

 

Nonresponder awal

Nonresponder lambat

 

Proteinuria negatif atau seangin, atau proteinuria < 4 mg/m2/jam selama

3 hari berturut-turut.

Proteinuria ³ 2 + atau proteinuria > 40 mg/m2/jam selama 3 hari berturut-turut, dimana sebelumnya pernah mengalami remisi.

Kambuh < 2 kali dalam masa 6 bulan, atau < 4 kali dalam periode 12 bulan.

Kambuh ³ 2 kali dalam 6 bulan pertama setelah respons awal,  atau  ³ 4 kali kambuh pada setiap periode 12 bulan.

Remisi tercapai hanya dengan terapi steroid saja.

Terjadi 2 kali kambuh berturut-turut selama masa tapering terapi steroid, atau dalam waktu 14 hari setelah terapi steroid dihentikan.

Gagal mencapai remisi meskipun telah diberikan terapi prednison 60 mg/m2/hari selama 4 minggu.

Remisi terjadi setelah 4 minggu terapi prednison 60 mg/m2/hari tanpa tambahan terapi lain.

Resisten-steroid sejak terapi awal.

Resisten-steroid terjadi pada pasien yang sebelumnya responsif-steroid.

PROTOKOL PENGOBATAN

            International Study of Kidney Disease in Children (ISKDC) menganjurkan untuk memulai dengan pemberian prednison oral (induksi) sebesar 60 mg/m2/hari dengan dosis maksimal 80 mg/hari selama 4 minggu, kemudian dilanjutkan dengan dosis rumatan sebesar 40 mg/m2/hari secara selang sehari dengan dosis tunggal pagi hari selama 4 minggu, lalu setelah itu pengobatan dihentikan.10

A.     Sindrom nefrotik serangan pertama

1.      Perbaiki keadaan umum penderita :

a.      Diet tinggi kalori, tinggi protein, rendah garam, rendah lemak. Rujukan ke bagian gizi diperlukan untuk pengaturan diet terutama pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal.

b.      Tingkatkan kadar albumin serum, kalau perlu dengan transfusi plasma atau albumin konsentrat.

c.      Berantas infeksi.

d.      Lakukan work-up untuk diagnostik dan untuk mencari komplikasi.

e.      Berikan terapi suportif yang diperlukan: Tirah baring bila ada edema anasarka. Diuretik diberikan bila ada edema anasarka atau mengganggu aktivitas. Jika ada hipertensi, dapat ditambahkan obat antihipertensi.

2.      Terapi prednison sebaiknya baru diberikan selambat-lambatnya 14 hari setelah diagnosis sindrom nefrotik ditegakkan untuk memastikan apakah penderita mengalami remisi spontan atau tidak. Bila dalam waktu 14 hari terjadi remisi spontan, prednison tidak perlu diberikan, tetapi bila dalam waktu 14 hari atau kurang terjadi pemburukan keadaan, segera berikan prednison tanpa menunggu waktu  14 hari.

B.     Sindrom nefrotik kambuh (relapse)

1.     Berikan prednison sesuai protokol relapse, segera setelah diagnosis relapse ditegakkan.

2.     Perbaiki keadaan umum penderita.

a.      Sindrom nefrotik kambuh tidak sering

Adalah sindrom nefrotik yang kambuh < 2 kali dalam masa 6 bulan atau < 4 kali dalam masa 12 bulan.

1.     Induksi

Prednison dengan dosis 60 mg/m2/hari (2 mg/kg BB/hari) maksimal 80 mg/hari, diberikan dalam 3 dosis terbagi setiap hari selama 3 minggu.

2.     Rumatan

Setelah 3 minggu, prednison dengan dosis 40 mg/m2/48 jam, diberikan selang sehari dengan dosis tunggal pagi hari selama 4 minggu. Setelah 4 minggu, prednison dihentikan.

b.     Sindrom nefrotik kambuh sering

adalah sindrom nefrotik yang kambuh > 2 kali dalam masa 6 bulan atau > 4 kali dalam masa 12 bulan.

1.     Induksi

Prednison dengan dosis 60 mg/m2/hari (2 mg/kg BB/hari) maksimal 80 mg/hari, diberikan dalam 3 dosis terbagi setiap hari selama 3 minggu.

2.     Rumatan

Setelah 3 minggu, prednison dengan dosis 60 mg/m2/48 jam, diberikan selang sehari dengan dosis tunggal pagi hari selama 4 minggu. Setelah 4 minggu, dosis prednison diturunkan menjadi 40 mg/m2/48 jam diberikan selama 1 minggu, kemudian 30 mg/m2/48 jam selama 1 minggu, kemudian 20 mg/m2/48 jam selama 1 minggu, akhirnya 10 mg/m2/48 jam selama 6 minggu, kemudian prednison dihentikan.

Pada saat prednison mulai diberikan selang sehari, siklofosfamid oral 2-3 mg/kg/hari diberikan setiap pagi hari selama 8 minggu. Setelah 8 minggu siklofosfamid dihentikan. Indikasi untuk merujuk ke dokter spesialis nefrologi anak adalah bila pasien tidak respons terhadap pengobatan awal, relapse frekuen, terdapat komplikasi, terdapat indikasi kontra steroid,  atau untuk biopsi ginjal.

 

PROGNOSIS

Prognosis umumnya baik, kecuali pada keadaan-keadaan sebagai berikut :

1. Menderita untuk pertamakalinya pada umur di bawah 2 tahun atau di atas 6 tahun.

2. Disertai oleh hipertensi.

3. Disertai hematuria.

4. Termasuk jenis sindrom nefrotik sekunder.

5. Gambaran histopatologik bukan kelainan minimal.

Pada umumnya sebagian besar (+ 80%) sindrom nefrotik primer memberi respons yang baik terhadap pengobatan awal dengan steroid, tetapi kira-kira 50% di antaranya akan relapse berulang dan sekitar 10%  tidak memberi respons lagi dengan pengobatan steroid.

 

DAFTAR PUSTAKA

1.          Chesney RW, 1999. The idiopathic nephrotic syndrome. Curr Opin Pediatr  11 : 158-61.

2.          International Study of Kidney Disease in Children, 1978. Nephrotic syndrome in children. Prediction of histopathology from clinical and laboratory chracteristics at time of diagnosis. Kidney Int  13 : 159.

3.          Wila Wirya IG, 2002. Sindrom nefrotik. In: Alatas H, Tambunan T, Trihono PP, Pardede SO, editors. Buku Ajar Nefrologi Anak. Edisi-2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI pp. 381-426.

4.          Feehally J, Johnson RJ, 2000. Introduction to Glomerular Disease : Clinical Presentations. In : Johnson RJ, Feehally J, editors. Comprehensive Clinical Nephrology. London : Mosby; p. 5 : 21.1-4.

5.          Wila Wirya IGN, 1992. Penelitian beberapa aspek klinis dan patologi anatomis sindrom nefrotik primer pada anak di Jakarta. Disertasi. Jakarta : Universitas Indonesia, 14 Oktober.

6.          Noer MS, 1997. Sindrom Nefrotik. In: Putra ST, Suharto, Soewandojo E, editors. Patofisiologi Kedokteran. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlanggap. 137-46.

7.          A Report of the International Study of Kidney Disease in Children, 1981. The primary nephrotic syndrome in children : Identification of patients with minimal change nephrotic syndrome from initial response to prednison. J Pediatr  98 : 561.

8.          Kaysen GA, 1992. Proteinuria and the nephrotic syndrome. In : Schrier RW, editor. Renal and electrolyte disorders. 4th edition. Boston : Little, Brown and Company pp. 681-726.

9.          Travis L, 2002. Nephrotic syndrome. Emed J [on line] 2002, 3 : 3 [2002 Mar 18] [(20) : screens]. Available from: URL:http//www.emedicine.com/PED/topic1564.htm on September 16, 2002 at 08.57.

10.      Niaudet P, 2000. Treatment of idiopathic nephrotic syndrome in children. Up To Date   2000; 8.

sumber: http://www.pediatrik.com/isi03.php?page=html&hkategori=pdt&direktori=pdt&filepdf=0&pdf=&html=07110-ebtq258.htm

Kelemahan Yamaha Byson

kelemahan yamaha bysonKelemahan Yamaha Byson – Pecinta otomotof bikers pasti pengen motornya lebih kenceng dan kerenkan,..? so pasti dunk, nak untuk lebih kren lagi nih, kamu juga harus tahu macam-macam motor dan termasuk kelebiha maupun kekurangannya termasuk motor Yamaha Byson ini, motor Sport yang pabrikannya dari yamaha dengan semoboyannya yang keren “Yamaha Selalu di depan” yuk kita bongkar semua tentang Yamaha Byson.

  1. Per kopling yang patah, disinyalir masalah ini timbul akibat pemakaian yang kurang pas sesuai aturan, dan boleh jadi juga sebab lain yakni memang bahan dasarnya kurang kuat. Tapi tenang bagi brader yang mengalami hal ini masih merupakan tanggungan dealer alias garansi, lekas saja bawa ke dealer terdekat anda.
  2. Setelan klep yang terlalu longgar. Karena kurang pasnya setelan ini membuat tenaga byson jadi kuran gyahud terutama di tarikannya. Oleh karena itu bagi soheb sekalian yang mengallami hal ini disarankan segera bawa ke bengklel baik resmi atau tak resmi semuaanya bisa nyetel klep ini.
  3. Adanya rembesan oli pada tutup bak  oli. Ini terjadi juga disinyalir karena seal karetnya atau o ringnya kurang awet sehingga gampang melar kena panas. Disarankan bagi soheb sekalian yang mengalami hal ini untuk segera ganti seal karetnya cuman seharga 2000 Rupiah.
  4. Rembesan oli shock depan. Ini terjadi disinyalir karena o ring aklias seal kret penahan olinya juga kurang kuat. Sangat disarankan bagi soheb sekalian untuk segera mengganti o ring secepatnya, harganya tak terlalu mahal kok, juga bagi yang rajin bisa dikerjakan sendiri, api harus belajar doeloe.
  5. Ada yang bilang shock depannya terlalu keras. Ini boleh jadi karena penyettingan kurang tepat, karena ternyata model penyetingan model Byson lama dan Baru sedikit berbeda tingkat keras lunaknya. Dimana Byson lama buatan India, sedangkan yang baru sudah pyur buatan alias dirakit di Indonesia. Bagi soheb sekalian yang mengalami hal ini cukup bawa ke bengkel minta distel, atau kalau bisa stel sendiri dirumah.

Kekurangan/Kelemahan Yamaha Byson Lainnya adalah:

# akselerasi yang cenderung lelet di putaran bawah
# masih menggunakan rem teromol untuk sistem pengereman belakang, harusnya dengan spesifikasi dan body yang gambot, cakram belakang selayaknya wajib di gunakan

dari segi tampilan menurut saya Yamaha Byson udah oke dan agak sedikit menonjol pada bagian depan, nah sekarang sobat bikers udah pada tahu kan kelemahan dari Yamaha Byson ini, saatnya untuk menambal kekurangannya untuk menjadikan Yamaha Byson ini jadi lebih sempurna dari standardnya.

Ketika Cinta Ditolak Orang Yang Kita Cinta

Ketika Cinta Ditolak Orang Yang Kita Cinta | Bagaimana Menyikapinya saat itu

Hubungan manusia dengan manusia itu sangat rumit sekali, boleh dibilang menurut saya sangat tidak bisa ditebak, kadang dalam hitungan detik manusia bisa saling mencintai dan dalam hitungan detik pula orang bisa saling membenci, semua itu datangnya dari hati.

nah kali ini kita akan membahas tentang kejadian dimana Ketika Cinta Ditolak Orang Yang Kita Cinta apa yang harus kita lakukukan ?

ini sangat rumit sekali yah, jawabannya tentu akan bervariasi, tergantung situasi dan konsi masing masih dari kita yang ditolak, mungkin tips ini akan berguna untuk sahabat semuanya.

saya tidak akan membahasnya disini, karena sebelumnya saya juga sudah postingkan disalah satu blog saya, silahkan baca disini disitu bisa kamu baca dulu, dan untuk kelanjutannya mungkin akan saya tulis lain waktu saja, karena saya lagi syibuk heheheh ūüėÄ walaupun syibuk saya sempatin untuk update blog kesayangan saya ini, walaupun isinya sedikit garing dan kurang berisi, pokoknya salam sukses saja oky.

Manfaat Daun Sirsak

Manfaat Daun Sirsak – Indonesia sebagai daerah tropis memiliki banyak keanekaragaman yang begitu banyak manfaatnya jika dikaji secara mendalam. Salah satu buktinya adalah dengan mudah tumbuh berbagai macam buah-buahan tropis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Seperti buah manggis yang telah kita kenal terlebih dahulu kaya akan manfaat bagi kesehatan bahkan kulitnya juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan berbagai macam penyakit. Selain itu, dalam bahasan kali ini saya akan menjelaskan lebih lengkap mengenai manfaat daun sirsak untuk kesehatan.

Manfaat Daun Sirsak

Sirsak, (Annona Muricata Linn) merupakan kerabat dekat srikaya (Anona squamosa Linn). Tanaman sirsak berasal dari daerah tropis Amerika, yaitu sekitar Peru, Meksiko, dan Argentina. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi. Sirsak sangat populer karena aromanya yang tajam serta memiliki sensasi rasa yang manis keasaman. Buah ini bisa kita dapatkan dengan mudah dipasaran, baik pasar tradisional maupun pasar modern seperti supermarket.

Buah sirsak memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, karena di dalamnya mengandung zat-zat yang dapat yang mampu menangkal beragam penyakit, seperti menangkal asam urat, hipertensi, osteoporosis, dan bisa membuat awet muda. Manfaat lainnya, meningkatkan daya tahan tubuh, menyembuhkan wasir, dan memperlancar pencernaan makanan.

Tak hanya buahnya, daun sirsak juga dapat kita manfaatkan untuk menjaga kesehatan. Manfaat daun sirsak untuk kesehatan mungkin sudah tidak asing lagi. Hal ini seiring dengan banyaknya bermunculan beragam produk kesehatan herbal yang terbuat dari daun sirsak. Beberapa macam manfaat daun sirsak untuk kesehatan diantaranya : mengobati kanker, tumor, dll.

Dokter sekaligus herbalis dr. Paulus Wahyudi Halim menyatakan pendapatnya di majalah Trubus sehubungan dengan pengobatan kanker, ‚ÄúTak ada peluru ajaib untuk menembak kanker. Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasilnya maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping.‚ÄĚ
Keajaiban Daun Sirsak Indonesia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun sirsak mampu menyerang dan menghancurkan sel-sel kanker, demikian hasil penelitian tentang khasiat sirsak sebagai antitumor dan antikanker yang dilakukan The National Cancer Institute tahun 1976.

Pemanfaatan daun sirsak sebagai obat-obatan di Indonesia sebenarnya bukan hal yang baru. Secara turun temurun khasiat daun sirsak telah dimanfaatkan oleh orang Indonesia untuk mengatasi beberapa penyakit. Masyarakat di daerah Sunda (Jawa Barat) misalnya, menggunakana buah sirsak yang masih muda untuk obat penurun tekanan darah tinggi, sedangkan masyarakat Aceh menggunakan buah sirsak sebagai obat penyakit hepatitis dan daunnya untuk mengobati sakit batuk.

Sementara di daerah Sulawesi Selatan, daun sirsak bisa digunakan untuk penurun panas. Bahkan saat ini sudah ada dokter dan para herbalis yang meresepkan daun sirsak untuk mengatasi beberapa penyakit.

Tidak hanya di dalam negeri, di banyak negarapun sirsak tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk obat dan pestisida alami.
Manfaat Daun Sirsak Sebagai Pengikis Kanker

Manfaat daun sirsak yang terpenting memberikan efek anti tumor / kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain bermanfaat menyembuhkan kanker, buah sirsak juga bermanfaat sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit / cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh pihak independen akhirnya menghasilkan laporan yang sangat mencengangkan terhadap manfaat daun sirsak. Antara lain :

Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, seperti kanker : Usus Besar, Payudara, Prostat, Paru-paru, dan Pankreas. Kekuatan daya kerja daun sirsak 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemoterapi yang biasa di gunakan.

Daun Sirsak/Graviola diuji secara laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test menunjukkan khasiat daun sirsak secara efektif memilih target dalam membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda-beda, diantaranya:

Kanker Usus Besar
Kanker Payudara
Kanker Prostat
Kanker Paru-paru
Kanker Pankreas

Berdasarkan data dan hasil penelitian, daya kerja zat anti kanker di dalam daun sirsak10.000 kali lebih kuat dalam membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel kanker secara alami dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan.

Membantu Penyembuhan Kemoterapi

Daun sirsak ini sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak bermanfaat hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel-sel yang normal. Sekarang anda tahu manfaat daun sirsak yang luar biasa ini.

sumber: http://www.kulitmanggis.biz
 

Noindex Halaman Search, Tag, Category, Page WordPress, Pasca Google Panda

robots noindex googleMelakukan setting Noindex Halaman Search, Tag, Category, Page pada blog WordPress, ini saya lakukan karena ada beberapa alasan dan dengan resiko dan keuntungan yang sudah saya perhitungkan, akhirnya saya melakukan hal ini, bukan perkara mudah untuk mempertimbangkan hal ini, karena index pada halaman search dan tag sudah mencapai ribuan, dan saya sedikit bingung untuk mengatasi hal ini, banyaknya index dari halaman search wordpress ini adalah efek dari plugin STT2 (seo search term tagging 2) yang saya install saat google panda belum dirilis, dan sekarang ini plugin plugin STT2 (seo search term tagging 2) sudah saya copot dari blog ini.

kekhawatiran saya dari banyaknya index pada halaman search dan tag adalah dianggap sebagai blog AGC (auto generate content) oleh google, saya pernah membuat blog AGC (auto generate content) juga dan memang hasilnya sangat luar biasa, tetapi itu hanya bertahan tidak lebih dari 1 tahun sudah di banned oleh google dari hasil pencarian google.

Kenapa saya melakukan seting noindex pada halaman search yang mungkin kurang sangat relevan walaupun cukup relevan, karena menurut saya halaman search saat ini sangat rawan sekali dan sepertinya google panda akan memahami mana halaman yang berkualitas tinggi dan mana yang berkualitas rendah, karena halaman search wordpress dianggap rendah kualitasnya dan tidak informatif maka dengan sangat berat dan ringan saya noindex saja dari crawlers robot searching engine seperti googlebot dll.

Mengoptimalkan Halaman Postingan saja, dulu saya sangat memperhatikan seo/mengoptimalkan seo pada halaman search wordpress karena halaman search wordpress mudak di index dengan bantuan plugin STT2 (seo search term tagging 2) saya perpikir untuk memaksimalkan halaman tersebut supaya mendapat traffik yang banyak dari searching engine seperti google dll, karena saat ini halaman search sangat dibenci oleh google, maka saya hanya akan memaksimalkan halaman postingan saja, itu alasan kenapa saya noindex saja page search wordpress/halaman pencarian wordpress dan halaman arsip wordpress.

untuk seting robots bisa menggunakan meta robots dari plugin Platinum seo pack atau all in one seo pack dan upload robots.txt pada direktori blog kita.

Semoga keputusan ini membawa dampak yang positif dan bermanfaat.