Olimpiade Fisika Internasional

Oleh: Pada: 8 January, 2018

Olimpiade Fisika Internasional – Olimpiade fisika tingkat dunia

Olimpiade Fisika Tingkat Dunial atau World Physics Olympiad (WoPhO) untuk kali pertama digelar di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

WoPhO yang merupakan ajang kompetisi fisika terbaru itu dibuka pada Rabu (28/12) malam oleh inisiator WoPhO, Prof Yohanes Surya dari Surya Institute dan Surya College of Education.

“WoPhO ini pertama kali digelar di dunia. Ini adalah kompetisi terbaru dan Indonesia menjadi penyelenggara pertama kali. Ada 15 negara yang berhasil meloloskan siswa pada olimpiade ini, di luar Indonesia. Seluruhnya ada 140 siswa yang akan berlomba,” kata Yohanes Surya saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan WoPhO, di Hotel Garden Mataram, NTB.

Menurut Surya, WoPhO memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dibanding dengan ajang serupa seperti International Physics Olympiad (IPhO) dan Olimpiade Fisika Asia atau Asian Physics Olympiad (APhO).

“Bedanya WoPhO dengan kompetisi lain adalah tingkat kesulitan soal yang saya jamin jauh lebih sulit, karena IPhO dan APhO disusun oleh negara yang menjadi tuan rumah. Nah di WoPhO ini soal kita seleksi dari seluruh dunia, diambil yang paling berkualitas,” cetus Surya.

Olimpiade Fisika – Dari segi sistem rekrutmen juga, WoPhO tidak membatasi jumlah peserta yang ingin terlibat. Hal ini berbeda dengan IPhO dan APhO di mana setiap negara peserta dibatasi 5. “Itulah mengapa saya sebut ajang ini sebagai kesempatan untuk mencari pemenang sesungguhnya karena kesempatan untuk peserta yang ingin terlibat terbuka lebar. Termasuk sebagai peserta di sini adalah anak-anak yang sudah pernah mendapat emas dan perak di ajang internasional IpHO dan APhO. Mereka tentu mendapat tantangan baru,” ujarnya.

Secara khusus, WoPhO yang diselenggarakan dalam kerja sama dengan Pemerintah Nusa Tenggara Barat ini memberi kesempatan luas bagi anak-anak Indonesia untuk terlibat, secara khusus anak-anak dari Nusa Tenggara Barat. Dari total peserta, Indonesia mengikutsertakan 99 siswa dari 33 Provinsi dan NTB mendapat jatah partisipan 15 siswa.

Ada pun 15 negara yang siswanya berhasil lolos WoPhO adalah, Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Hong Kong, Hongaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Singapura, Jerman, Polandia, Brasil, dan Estonia.

Ditambahkan Surya, peraih medali emas bakal memperoleh bonus uang tunai senilai US$20.000 untuk satu soal, dengan total 5 soal (3 teori dan 2 praktek). Sedangkan untuk peraih The Best Theoretical Result dan The Best Experimental Result masing-masing akan mengantongi US$10.000.

Ikut hadir dalam acara pembukaan WoPhO yakni President International Physics Olympiad Prof Hans Jurdens dan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Syafie. Ajang lomba WoPhO akan digelar selama 5 hari, dan berakhir 3 Januari mendatang.

sumber: olimpiade fisika internasional